Rabu, 21 September 2011

VISUALISASI INFORMASI

NAMA/NIM : Candra Dwi W.P./10410100214
Tugas             :resume pertemuan 2










SEMIOTIK

        Secara etimologis istilah semiotika berasal dari bahasa Yunani “semeion” yang berarti ’tanda’(Sudjiman dan van Zoest, 1996: vii) atau seme,yang berarti ”penafsir tanda” (Cobley dan Jansz, 1999: 4) (dalam Sobur, .2004: 16). Semiotika kemudian didefinisikan sebagai studi tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja.



Konsep Semiotik, adalah


    * Sintagtis, bersifat relasi yaitu saling berhubungan antara satu dengan yang lain
    * Semantik, bersifat berhubungan makna
    * Rakmatik, yaitu bersifat suatu yang berfungsi dan lebih pragmatis

Kelemahan Semiotik, adalah Semiotik Iklan bersifat kurang ilmiah, karena penilaiannya sendiri berdasarkan subjektif sehingga pengertian dari pesan yang disampaikan tergantung individu masing- masing serta makna yang dihasilkan menjadi berbeda- beda.

Kesimpulannya adalah Semiotik dalam periklanan perlu dipelajari untuk mendukung suatu karir dalam periklanan, tetapi penggunaannya juga harus tetap diperhatikan karena selain mempunyai kelebihan pasti terdapat kelemahannya sehingga kita juga perlu untuk mempelajari arti semiotik itu, sehingga ketika membuat suatu iklan publik akan mempunyai pemaknaan yang sama dengan kita




            Para ahli semiotik modern mengatakan bahwa analisis semiotik modern telah di -warnai
dengan dua nama yaitu seorang linguis yang berasal dari Swiss bernama Ferdinand de de
Saussure (1857 - 1913) dan seorang filsuf Amerika yang bernama Charles Sanders Peirce (1839 -
1914). Peirce menyebut model sistem analisisnya dengan semiotik dan istilah tersebut telah
menjadi istilah yang dominan digunakan untuk ilmu tentang tanda. Semiologi de Saussure
berbeda dengan semiotik Peirce dalam beberapa hal, tetapi keduanya berfokus pada tanda. Seperti
telah disebut-kan di depan bahwa de Saussure menerbit -kan bukunya yang berjudul A Course in
General Linguistics (1913).




SEMANTIK


           Kata semantik berasal dari bahasa Yunani sema yang artinya tanda atau lambang (sign). “Semantik” pertama kali digunakan oleh seorang filolog Perancis bernama Michel Breal pada tahun 1883. Kata semantik kemudian disepakati sebagai istilah yang digunakan untuk bidang linguistik yang mempelajari tentang tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang ditandainya. Oleh karena itu, kata semantik dapat diartikan sebagai ilmu tentang makna atau tentang arti, yaitu salah satu dari tiga tataran analisis bahasa: fonologi, gramatika, dan semantik (Chaer, 1994: 2).


               Dalam analisis semantik juga harus disadari, karena bahasa itu bersifat unik, dan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan masalah budaya maka, analisis suatu bahasa hanya berlaku untuk bahasa itu saja, tetapi tidak dapat digunakan untuk menganalisis bahasa lain. Umpamanya, kata ikan dalam bahasa Indonesia merujuk pada jenis binatang yang hidup dalam air dan biasa dimakan sebagai lauk; dan dalam bahasa Inggris separan dengan fish. Tetapi kata iwak dalam bahasa Jawa bukan hanya berarti ‘ikan’ atau ‘fish’, melainkan juga berarti daging yang digunakan sebagai lauk.






Analisis Faktor Bertujuan untuk mengidentifikasi muatan faktor pada skala Jika analisis faktor sudah dilakukan, maka prosedur lainnya tidak dilakukan karena analisis faktor sudah menghasilkan item terbaik untuk ditempatkan dalam skala(Azwar, 2005)


KorelasiItem-Total Bertujuan untuk melihat daya diskriminasi item melalui korelasi antara item dengan skor total
Batas korelasiitem-total yang direkomendasikan adalah r-xy> 0,3
Misalnya dari 45 item dianalisis kemudian dipilih 20 pasangan kata sifat yang memiliki korelasi item total tertinggi(Azwar, 2005) 


PRAKMATIK

         Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasasecara eksternal, yakni bagaimana satuan kebahasaan itu digunakan dalamkomunikasi. Menurut Leech (1993), pragmatik adalah studi mengenai makna ujarandalam situasi tertentu. Sementara Levinson (dalam Siregar 2002) men-definisikan pragmatik sebagai telaah mengenai relasi antar bahasa dan konteksyang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa.   Dengan demikian ia merupakan telaah mengenai kemampuan pemakai bahasadalam menghubungkan serta menyerasikan kalimat-kalimat dan kontekssecara tepat. Pragmatik dan tindak tutur memandang konteks sebagai pengetahuan bersama antara pembicara dan pendengar dan pengetahuan tersebutmengarah pada interpretasi suatu tuturan. Pengetahuan atau konteks tertentu dapatmengakibatkan manusia mengidentifikasi jenis-jenis tindak tutur yang berbeda.Berbicara tentang pragmatik di dalam mangupa berarti berbicara tentang penggunaan perangkat tindak tutur dalam tuturan. Kehadiran perangkattindak tutur ini ada yang wajib dan ada pula yang bersifat opsional bergantungkepada kepentingannya. Searle (dalam Wijana 1969) mengatakan bahwa secarapragmatis setidak-tidaknya ada tiga jenis tindakan yang dapat diwujudkan olehseorang penutur, yaitu tindak lokusi, tindak ilokusi dan tindak perlokusi.Tindaklokusi adalah tindak tutur yang digunakan untuk menyatakan sesuatu, tindak ilokusi adalah tindak yang digunakan selain untuk menyatakan sesuatu jugadigunakan untuk melakukan sesuatu sedangkan tindak perlokusi adalah tindaktutur yang pengutaraannya dimaksudkan untuk mempengaruhi lawan tutur.Berkaitan dengan hal ini untuk memahami metafora dalam upacaramangupa harus terikat dengan konteks. Misalnya dalam masyarakatMandailing ditemukan ungkapan metaforis ulos na so ra buruk yang bermaknaadat yang tidak akan pernah punah. Adat itu dilambangkan kepada ulos yangtidak akan rusak sampai kapanpun.
Pragmatik berhubungan dengan kemudahan implementasi dan efisiensi. Dalam hubungannya dengan bahasa pemrograman, seorang programmer harus bisa memastikan efisiensi dalam melakukan peng-coding-an. Dalam bahasa C, programmer diberikan kekuasaan untuk mengalokasikan memori. Sebagai akibatnya, apabila programmer lalai dalam mengontrol variabel-variabel yang dihasilkan dari hasil assignment pointer, maka akan terjadi kebocoran memori. Ini diakibatkan apabila seorang programmer mengcreate sebuah variabel pointer, dan kemudian menghapusnya, informasi tersebut masih ada dalam memori, hanya saja sudah tidak bisa diakses lagi
 Sementara, itu PRAGMATIK adalah Menguraikan derajat dengan suatu bahasa pemrograman kepada model perhitungan dalam fungsi dan kegunaannya masing-masing, dengan kemudahan implementasi, efisiensi atau efektifitas aplikasi, metodelogi pemograman yang terdapat di dalamnya.
Pragmatik berhubungan dengan kemudahan implementasi dan efisiensi. Dalam hubungannya dengan bahasa pemrograman, seorang programmer harus bisa memastikan efisiensi dalam melakukan peng-coding-an. Dalam bahasa C, programmer diberikan kekuasaan untuk mengalokasikan memori. Sebagai akibatnya, apabila programmer lalai dalam mengontrol variabel-variabel yang dihasilkan dari hasil assignment pointer, maka akan terjadi kebocoran memori. Ini diakibatkan apabila seorang programmer mengcreate sebuah variabel pointer, dan kemudian menghapusnya, informasi tersebut masih ada dalam memori, hanya saja sudah tidak bisa diakses lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar