Rabu, 05 Oktober 2011

VISUALISASI INFORMASI Pertemuan 4

 Nama   : Candra Dwi W.P.
 Nim      : 10410100214
 Tugas  : Resume pertemuan 4



Visualisasi Data (DV) adalah proses penjelasan visual data kompleks dengan cara yang sangat sederhana dengan menggunakan gambar, grafik batang, animasi, 3D menampilkan,

Berikut adalah beberapa alasan bagus mengapa harus mengadopsi DV :

Bar Chart atau Grafik

Bar chart adalah diagram alur pelaksanaan pekerjaan yang dibuat untuk menentukan waktu penyelesaian pekerjaan yang dibutuhkan.
Untuk dapat memanagemen proyek dengan baik perlu diketahui sebelumnya dimana posisi  waktu tiap item pekerjaan, sehingga disitulah pekerjaan proyek harus benar – benar di pantau agar tidak terjadi keterlambatan penyelesaian proyek.
hal hal yang ditampilkan dalam bar chart adalah: 
-Jenis pekerjaan  
-Durasi waktu pelaksanaan pekerjaan  
-Alur pekerjaan

kenapa harus dibuat bar chart?
  
-Untuk mengetahui waktu penyelesaian pekerjaan, sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu. 
-Pekerjaan proyek terlambat, akan tetapi tidak tahu mana item pekerjaan yang harus di pantau untuk segera diselesaikan. 
-Untuk mengetahui alternatif jalur penyelesaian pekerjaan dan waktu penyelesaian jika melalui jalur tersebut.

dari bar chart di atas kita dapat mendapatkan informasi perkembangan di setiap tahun 2006-2008 pada setiap benua.

     Informasi Peta Interaktif

       Ini adalah tingkat berikutnya char bar. Menggunakan peta interaktif Anda dapat menyajikan informasi pada berbagai tingkat hanya dengan mengklik pada bagian tertentu dari peta yang satu mungkin ingin untuk informasi lebih lanjut. Alat ini adalah alat yang sangat populer digunakan oleh banyak pemerintah dan program bisnis.



Peta di atas adalah peta persebaran suku di Indonesia , informasi yang kita dapat di peta tersebut adalah dimanakah persebaran suku-suku di indonesia yang di yang di gambarkan dengan legendanya.

 Data Source





Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden (= orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan). Apabila menggunakan observasi, maka sumber datanya bias berupa benda, gerak atau proses sesuatu. Apabila peneliti menggunakan dokumentasi, maka dokumen atau catatan yang menjadi sumber data.



Sehubungan dengan wilayah sumber data yang dijadikan subyek penelitian, maka dikenal 3 jenis penelitian yaitu :
  1. Penelitian Populasi
  2. Penelitian Sample
  3. Penelitian Kasus.
Populasi adalah :
Wilayah generaliasasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.
Dilihat dari jumlahnya, populasi terbagi 2 bagian :
  1. Jumlah terhingga (terdiri dari elemen dengan jumlah tertentu)
  2. Jumlah tak hingga ( terdiri dari elemen yang sulit dicari batasannya)
Apabila peneliti ingin mengetahui semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi / studi sensus/ studi populasi. Penelitian populasi hanya dapat dilakukan bagi populasi terhingga dan subyeknya tidak terlalu banyak.
Skema penelitian populasi :

Sampel adalah :
Bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Syarat sample : mampu mewakili karakteristik populasi.

Jika kita akan meneliti sebagian dari populasi, kemudian hasil penelitian tersebut dimaksudkan untuk mengenaralisasikannya untuk populasi, maka penelitian tersebut disebut Penelitian sample. Penelitian sample dapat dilakukan apabila keadaan subyek di dalam populasi benar-benar homogen, apabila tidak homogen maka hasil/kesimpulan penelitian tidak dapat digeneralisasi untuk populasinya.

Beberapa keuntungan jika menggunakan sample :
  1. Subyek lebih sedikit, sehingga tidak ada subyek yang terlewatkan.
  2. Menghindari bias karena subyek yang banyak.
  3. Lebih efisien (waktu, uang dan tenaga)

Teknik Sampling (Pengambilan Sample)
  1. Probability Sampling
Adalah teknik pengambilan sample yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi anggota sample.
    1. Simple random sampling
Pengambilan sample dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Cara ini dilakukan karena anggota populasi homogen.



    1. Proportionate Stratified Random Sampling
Digunakan bila populasi mempunyai anngota / unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latarbelakang pendidikan yang berstrata, maka populasi pegawai tersebut berstrata.

    1. Disproportionate Stratified Random Sampling
Digunakan manakala populasi berstrata tetapi kurang proporsional.

    1. Cluster Sampling (Area Sampling)
Digunakan untuk menentukan sample bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas. Teknik ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu :
a. Tahap pertama, menentukan sample daerah
b.Tahap kedua menentukan subyek sample pada daerah tersebut.


  1. Nonprobability Sampling
Adalah teknik pengambilan sample yang tidak memberi peluang / kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sample.
    1. Sampling sistematis
Pengambilan sample berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Contoh bila populasi terdiri dari 100 orang kemudian diberi nomor 1 – 100, kemudian sample diambil berdasarkan nomor ganjil, genap atau urutan tertentu.
    1. Sampling kuota
Menentukan sample dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah/kuota yang diinginkan.
    1. Sampling aksidentak
Penentuan sample berdasarkan kebetulan, yitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sample, bila dipandang orang tersebut cocok sebagai sumber data.
    1. Sampling purposive
Penentuan sample dengan maksud dan pertimbangan tertentu. Contoh : bila akan melakukan penelitian terhadap kualitas makanan, maka sample sumber datanya adalah ahli makanan, ahli gizi dan lain-lain.
    1. Sample jenuh
     Penentuan sample bila semua anggota populasi digunakan sebagai sample, karena populasi relatif kecil / kurang dari 30. (= penelitian sensus).
    1. Snowball sampling
      Penentuan sample yang mula-mula jumlahnya kecil, kemdian membesar. Contoh: si A dijadikan sample, kemudian si A menunjuk 2 orang lain sebagai sample, yaitu B dan C, setelah selesai B dan C diminta menunjuk 2 orang lagi. B menunjuk D dan E, sementara C menunjuk F dan G dan seterusnya.

  

Rabu, 28 September 2011

VISUALISASI INFORMASI 2

 Nama   :Candra Dwi Wicaksono P.
 Nim      :10410100214


     Data dan informasi merupakan tipe dari pengetahuan atau sesuatu yang digunakan untuk mencapai pengetahuan.

Data mengacu pada abstrakterendah atau masukna mentah yang bila diproses atau diatur dapat menyediakan output yang bermakna.

-Symbol (Rossel Ackoff)
Suatu bahan yang berkaitan dengan fokus peristiwa dan transaksi

Knowledge
Informasi
Data
Noise


DAta dapat berupa angka,karakter,simbol,atau bahkan gambar.
DAta yang terdiri sendiri merupakan hal yang belumsignifikan
Data didapatkandari pengamatan atau rerkaman dari suatu kejadian
DAta dapat yang menyediakan jawaban dari pertanyaan
who,what,where,and when


Karakteristik dari data
1. Terlalu  banyak data
2. Pengumpulan data
   banyak data banyak yang dapat dikumpulkan tetapi tidak banyak dan ketinggalan dalam hal yang hanya dilakukan terhadaap data itu.
3. Data tidak selalu sama
    referensasi data yang dapat menyesuaikan diri dengan niat baru
4. Berpikir tentang data
5. What is the question?
    Bagaiman saya pergi dari kota SBY ke kota Malang
6. A.Combination of many dicipline
    Mengingat kompleksitor data ,menggunakan kombinasi dari banyak disiplin lima dapatr membentuk solusi dari pertanyaan.
7. Proses adalah sebuah cara ,kegiatan atau perilaku yang dapat menjebatani disiplin di individu masing-masing




Proses pemahaman data

1. Aquire(memperoleh)
Memperoleh data ,apakah dari sebuah file atau sumber melalui jaringan
2. Porse(mengurai)
Menyediakan beberapa struktur untuk data,dan mengusutkan kedalam katagorinya
3. Filter(penyaringan)
Menghapus semua kecuali data yang dibutuhkan
4.Mine
Menerapkan metode dari statistik atau data mining sebagai cara untuk membedakan pola atau menempatkan data-data konteks matematik
5.Represent
Meilih model visual dasar-dasar grafik batang,list,troe
6.Recine (memperhalus)
Memperjelas dasar representasi untuk membuat representasi lebih jelas dan visualisasi data lebih menarik
7. Initerat
Menambakan netode ini untuk memanipulasi data atau mengontrol fitur apa saja yang di tampilkan.

Selasa, 27 September 2011

Contoh Trigger, Storage Procedure, Function

 Nim/Nama :10410100214/Candra Dwi W.P
 Dosen        :Tan Amelia
 Tugas        :PBD Trigger, Storage Procedure, Function




ini syntax untuk trigger




Contoh trigger untuk proses insert
Pertama create table berikut

Kemudian create trigger
Coba lakukan proses insert




contoh trigger untuk proses update
contoh trigger untuk proses delete






berikut syntax storage procedure




storage procedure dengan manual




syntax mejalankan storage procedure




berikut syntax storage procedure dengan parameter IN,OUT,INOUT




berikut syntax function

Rabu, 21 September 2011

VISUALISASI INFORMASI

NAMA/NIM : Candra Dwi W.P./10410100214
Tugas             :resume pertemuan 2










SEMIOTIK

        Secara etimologis istilah semiotika berasal dari bahasa Yunani “semeion” yang berarti ’tanda’(Sudjiman dan van Zoest, 1996: vii) atau seme,yang berarti ”penafsir tanda” (Cobley dan Jansz, 1999: 4) (dalam Sobur, .2004: 16). Semiotika kemudian didefinisikan sebagai studi tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja.



Konsep Semiotik, adalah


    * Sintagtis, bersifat relasi yaitu saling berhubungan antara satu dengan yang lain
    * Semantik, bersifat berhubungan makna
    * Rakmatik, yaitu bersifat suatu yang berfungsi dan lebih pragmatis

Kelemahan Semiotik, adalah Semiotik Iklan bersifat kurang ilmiah, karena penilaiannya sendiri berdasarkan subjektif sehingga pengertian dari pesan yang disampaikan tergantung individu masing- masing serta makna yang dihasilkan menjadi berbeda- beda.

Kesimpulannya adalah Semiotik dalam periklanan perlu dipelajari untuk mendukung suatu karir dalam periklanan, tetapi penggunaannya juga harus tetap diperhatikan karena selain mempunyai kelebihan pasti terdapat kelemahannya sehingga kita juga perlu untuk mempelajari arti semiotik itu, sehingga ketika membuat suatu iklan publik akan mempunyai pemaknaan yang sama dengan kita




            Para ahli semiotik modern mengatakan bahwa analisis semiotik modern telah di -warnai
dengan dua nama yaitu seorang linguis yang berasal dari Swiss bernama Ferdinand de de
Saussure (1857 - 1913) dan seorang filsuf Amerika yang bernama Charles Sanders Peirce (1839 -
1914). Peirce menyebut model sistem analisisnya dengan semiotik dan istilah tersebut telah
menjadi istilah yang dominan digunakan untuk ilmu tentang tanda. Semiologi de Saussure
berbeda dengan semiotik Peirce dalam beberapa hal, tetapi keduanya berfokus pada tanda. Seperti
telah disebut-kan di depan bahwa de Saussure menerbit -kan bukunya yang berjudul A Course in
General Linguistics (1913).




SEMANTIK


           Kata semantik berasal dari bahasa Yunani sema yang artinya tanda atau lambang (sign). “Semantik” pertama kali digunakan oleh seorang filolog Perancis bernama Michel Breal pada tahun 1883. Kata semantik kemudian disepakati sebagai istilah yang digunakan untuk bidang linguistik yang mempelajari tentang tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang ditandainya. Oleh karena itu, kata semantik dapat diartikan sebagai ilmu tentang makna atau tentang arti, yaitu salah satu dari tiga tataran analisis bahasa: fonologi, gramatika, dan semantik (Chaer, 1994: 2).


               Dalam analisis semantik juga harus disadari, karena bahasa itu bersifat unik, dan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan masalah budaya maka, analisis suatu bahasa hanya berlaku untuk bahasa itu saja, tetapi tidak dapat digunakan untuk menganalisis bahasa lain. Umpamanya, kata ikan dalam bahasa Indonesia merujuk pada jenis binatang yang hidup dalam air dan biasa dimakan sebagai lauk; dan dalam bahasa Inggris separan dengan fish. Tetapi kata iwak dalam bahasa Jawa bukan hanya berarti ‘ikan’ atau ‘fish’, melainkan juga berarti daging yang digunakan sebagai lauk.






Analisis Faktor Bertujuan untuk mengidentifikasi muatan faktor pada skala Jika analisis faktor sudah dilakukan, maka prosedur lainnya tidak dilakukan karena analisis faktor sudah menghasilkan item terbaik untuk ditempatkan dalam skala(Azwar, 2005)


KorelasiItem-Total Bertujuan untuk melihat daya diskriminasi item melalui korelasi antara item dengan skor total
Batas korelasiitem-total yang direkomendasikan adalah r-xy> 0,3
Misalnya dari 45 item dianalisis kemudian dipilih 20 pasangan kata sifat yang memiliki korelasi item total tertinggi(Azwar, 2005) 


PRAKMATIK

         Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasasecara eksternal, yakni bagaimana satuan kebahasaan itu digunakan dalamkomunikasi. Menurut Leech (1993), pragmatik adalah studi mengenai makna ujarandalam situasi tertentu. Sementara Levinson (dalam Siregar 2002) men-definisikan pragmatik sebagai telaah mengenai relasi antar bahasa dan konteksyang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa.   Dengan demikian ia merupakan telaah mengenai kemampuan pemakai bahasadalam menghubungkan serta menyerasikan kalimat-kalimat dan kontekssecara tepat. Pragmatik dan tindak tutur memandang konteks sebagai pengetahuan bersama antara pembicara dan pendengar dan pengetahuan tersebutmengarah pada interpretasi suatu tuturan. Pengetahuan atau konteks tertentu dapatmengakibatkan manusia mengidentifikasi jenis-jenis tindak tutur yang berbeda.Berbicara tentang pragmatik di dalam mangupa berarti berbicara tentang penggunaan perangkat tindak tutur dalam tuturan. Kehadiran perangkattindak tutur ini ada yang wajib dan ada pula yang bersifat opsional bergantungkepada kepentingannya. Searle (dalam Wijana 1969) mengatakan bahwa secarapragmatis setidak-tidaknya ada tiga jenis tindakan yang dapat diwujudkan olehseorang penutur, yaitu tindak lokusi, tindak ilokusi dan tindak perlokusi.Tindaklokusi adalah tindak tutur yang digunakan untuk menyatakan sesuatu, tindak ilokusi adalah tindak yang digunakan selain untuk menyatakan sesuatu jugadigunakan untuk melakukan sesuatu sedangkan tindak perlokusi adalah tindaktutur yang pengutaraannya dimaksudkan untuk mempengaruhi lawan tutur.Berkaitan dengan hal ini untuk memahami metafora dalam upacaramangupa harus terikat dengan konteks. Misalnya dalam masyarakatMandailing ditemukan ungkapan metaforis ulos na so ra buruk yang bermaknaadat yang tidak akan pernah punah. Adat itu dilambangkan kepada ulos yangtidak akan rusak sampai kapanpun.
Pragmatik berhubungan dengan kemudahan implementasi dan efisiensi. Dalam hubungannya dengan bahasa pemrograman, seorang programmer harus bisa memastikan efisiensi dalam melakukan peng-coding-an. Dalam bahasa C, programmer diberikan kekuasaan untuk mengalokasikan memori. Sebagai akibatnya, apabila programmer lalai dalam mengontrol variabel-variabel yang dihasilkan dari hasil assignment pointer, maka akan terjadi kebocoran memori. Ini diakibatkan apabila seorang programmer mengcreate sebuah variabel pointer, dan kemudian menghapusnya, informasi tersebut masih ada dalam memori, hanya saja sudah tidak bisa diakses lagi
 Sementara, itu PRAGMATIK adalah Menguraikan derajat dengan suatu bahasa pemrograman kepada model perhitungan dalam fungsi dan kegunaannya masing-masing, dengan kemudahan implementasi, efisiensi atau efektifitas aplikasi, metodelogi pemograman yang terdapat di dalamnya.
Pragmatik berhubungan dengan kemudahan implementasi dan efisiensi. Dalam hubungannya dengan bahasa pemrograman, seorang programmer harus bisa memastikan efisiensi dalam melakukan peng-coding-an. Dalam bahasa C, programmer diberikan kekuasaan untuk mengalokasikan memori. Sebagai akibatnya, apabila programmer lalai dalam mengontrol variabel-variabel yang dihasilkan dari hasil assignment pointer, maka akan terjadi kebocoran memori. Ini diakibatkan apabila seorang programmer mengcreate sebuah variabel pointer, dan kemudian menghapusnya, informasi tersebut masih ada dalam memori, hanya saja sudah tidak bisa diakses lagi